WELCOME..!! Thank You For Visiting My Blog.. #My Life Just Not For My Self


Tuesday, November 24, 2015

Istilah-Istilah Statistika


a)    Statistika adalah ilmu yang menyajikan prinsip-prinsip dan metodologi dalam mendesain suatu proses rancangan data, meringkas dan menginterprestasi data, atau menarik kesimpulan.
b)   Statistika Dekripstif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang bermanfaat.
c)    Statistika Inferensia adalah metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data untuk kemudian sampai pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan.
d)    Populasi adalah  keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian kita
Contoh adalah suatu himpunan bagian dari populasi.
e)    Parameter adalah sembarang nilai yang menjelaskan ciri populasi.
Statistik adalah semabarang  nilai yang menjelaskan suatu contoh.
f)     Survey menjelaskan pengambilan data contoh dari sebuah populasi.
Observasi menjelaskan pengumpulan data melalui pengamatan tanpa interaksi.
Percobaan menjelaskan pengambilan data dengan memberikan perlakuan.
g)    Peubah adalah karakteritik dari objek yang sedang diamati.
Peubah diskrit adalah peubah yang memiliki karakteristik tercacah.
Peubah kontinu adalah peubah yang memiliki karakteristik data dapat diukur.
h)    Skala pengukuran : kesepakatan yang digunakan sebagai acuan atau tolak ukur untuk menentukan panjang pendeknya yang ada pada alat ukur.
Nominal :  Skala yang menunjukkan pengelompokan objek dalam kategori tertentu dan memiliki label saja tidak menunjukkan tingkatan.
Ordinal : Skala ordinal tidak hanya menyatakan kategori tetapi juga menyatakan peringkat kategori tersebut atau menggambarkan posisi atau peringkat tetapi tidak mengukur jarak antar peringkat.
Interval : suatu skala pemberian angka pada klasifikasi atau kategori dari objek yang mempunyai sifat ukuran ordinal, ditambah jarak atau intervalnya dapat dibandingkan.
Rasio : Skala yang mempunyai semua sifat skala interval ditambah satu sifat yaitu memberikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang diukur. Atau skala pengukuran  yang ditujukan pada hasil pengukuran yang bisa dibedakan, diurutkan, mempunyai jarak tertentu, dan bisa dibandingkan (paling lengkap, mencakup semuanya dibanding skala-skala dibawahanya).
i)     Ukuran Pemusatan
Modus : Nilai yang terjadi paling sering
Median : Segugus data yang yang telah diurutkan dari terkecil sampai terbesar sampai terkecil dimana pengamatan yang tepat di tengah-tengah bila banyaknya pengamatan itu ganjil, atau rata-rata kedua pengamatan yang ditengah bila banyaknya pengamatan genap.
Mean : nilai tengah dari segugus data.
Kuartil : nilai-nilai yang membagi segugus pengamatan menjadi 4 bagian sama besar.
Kuartil 1 (Q1) : nilai yang berada pada posisi ke-1/4 atau 25% data yang telah diurutkan.
Kuartil 2 (Q2) : nilai yang berada pada posisi ke-2/4 atau 50% data yang telah diurutkan.
Kuartil 3 (Q3) : nilai yang berada pada posisi ke-3/4 atau 75% data yang telah diurutkan.
j)  Ukuran Penyebaran
Ragam : Ukuran bagi sebaran data atau seberapa jauh data tersebar di sekitar rerata
Wilayah : beda antara pengamatan terbesar dan terkecil dalam kumpulan tersebut.
Jangkauan antar kuartil : selisih antar kuartil atas dengan kuartil bawah.
k)    Ukuran kemenjuluran
Menjulur kanan : nilai rataan mendekati nilai yang besar (kanan) atau besarnya nilai mean > median > modus
Menjulur kiri : nilai rataan mendekati nilai yang kecil (kiri) atau besarnya nilai mean < median < modus

Saturday, November 29, 2014

Media dan Isu Lingkungan

Antara Isu Lingkungan dan Kampus
Isu lingkungan hidup yang terjadi  akhir-akhir ini menjadi isu yang marak diperbincangkan. Permasalahan lingkungan senantiasa menjadi agenda yang tidak bisa kunjung habis dibicarakan dalam waktu yang singkat. Hal ini dikarenakan setiap aktivitas manusia baik secara individu maupun kolektif yang tidak bertanggungjawab menimbulkan efek permasalahan lingkungan. Misal, aktivitas manusia yang membuang sampah sembarangan selain efek kotor, juga menimbulkan permasalahan tersumbat saluran air, bahkan menimbulkan dampak pendangkalan sungai dan banjir. Permasalahan gaya hidup yang mendukung lingkungan atau green living saat ini juga menjadi tren topik solusi atas permasalahan. Bagaimana gaya hidup kita yang “hijau” memberikan kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan. Mulai dengan tata letak, furniture perabot, hingga denah rumah tinggal menjadi satu wacana yang terus dikembangkan dan pola hidup penghuni rumah.
Kampus merupakan wadah yang tepat untuk menyampaikan konsep-konsep atau gagasan perubahan yang  bisa didiskusikan secara terbuka. Selain itu, kampus awal sebuah bergeraknya ide-ide yang bisa ditularkan ke masyarakat. Karena kampus terdiri dari orang-orang yang berpikir ilmiah, rasional, dan open mind. Setiap kampus punya permasalahan lingkungan pastinya. Setiap lembaga kemahasiswaan juga mempunyai program-program solusi atas permasalahan lingkungan.
Jurnalisme Kini dan Ke depan
Jurnalisme merupakan salah satu bagian pilar demokrasi yang memberikan akses informasi dan komunikasi. Jurnalisme juga berperan sebagai media untuk menyampaikan dan mengawal isu-isu yang terjadi dan berdampak kepada masyarakat. Kecanggihan teknologi sekarang mempercepat jarak komunikasi dan keterbukaan informasi yang bisa bebas diakses. Sekarang ini berita kejadian atau peristiwa bahkan bisa diupdate tiap detik seperti berita di Detik.com, atau rapat pemerintah provinsi dapat disebarluaskan ke publik melalui media sosial Youtube untuk transparansi. Tanpa media yang bisa memberitakan kejadian atau peristiwa bahkan instruksi-instruksi pemerintahan terasa terkungkum oleh dunia global. Fungsi inilah yang menjelaskan manfaat dari jurnalistik.
Ketika mengingat kembali sejarah tentang jurnalistik, maka tidak akan lepas bagaiamana perkembangan sejarah surat kabar di Indonesia. Pada zaman kekuasaan Soeharto media surat kabar terus dibredel, dan tidak ada kebebasan dalam menyampaikan informasi. Terlebih lagi dalam meminta transparansi pemeritahan hingga mengkritik birokrasi pemerintahan. Tempo tersebut sulit untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dan terbatas. Titik tolak perubahan pada saat dipimpin oleh BJ Habibie. Sejak kepemimpinan beliau maka terjadi perubahan besar-besaran terhadap akses keterbukaan informasi. Ini membawa pemerintahan yang transparan. Selain itu untuk mencerdasakan masyarakat untuk melek teknologi dan melek informasi.
Satu bahan yang tak pernah habis dibuat dalam diskusi, seminar, serta perbincangan lainnya adalah permasalahan lingkungan. Ketika permasalahan-permasalahan lingkungan diangkat melalui ranah jurnalistik, maka dikenal sebuah tema jurnalisme hijau (green journalism) yang mengedepankan aspek-aspek lingkungan hidup sebagai sorotan utamanya. Tema ini juga sering diangkat oleh anak-anak Universitas Indonesia. Pengangkatan isu lingkungan ke media mampu meningkatkan kesadaran khalayak umum ataupun kalangan media akan pentingnya permasalahan lingkungan sekitar dan membedah pelbagai masalah lingkungan.
What we can do?
Salah satu jurnalistik yang menyampaikan pesan melalui kegiatan fotografi. Memotret suatu objek tidak hanya sebatas kegiatan taking picture tetapi juga telling picture. Hasil foto yang diambil mampu memberikan pesan yang dapat ditangkap panca indera sehingga menghasilkan satu kesimpulan pesan yang ditangkap oleh penikmat fotografi. 
Sekali lagi aktivitas ini akan menjadi satu keterkaitan jika dengan media mengangkat ini. Sehingga jurnalisme itu menjadi nyata, dan aplikatif untuk membawa satu aksi-aksi kecil, not just opinion.  Agenda seminar dan workshop lingkungan bisa jadi pembicaraan di group media sosial dengan mengangkat tema terdekat dengan kampus. Keluaran tersebut menghasilkan ide-ide atau pengalaman yang bisa diterapkan oleh mahasiswa. Atau lebih luas lagi ketika forum diskusi dalam media sosial tersebut lintas kampus. Ketika kita lihat citizen journalism di Metro TV adalah membawakan berita atau aktivitas yang diangkat oleh masyarakat setempat. Hal ini juga bisa diarahkan menjadi Green Journalism ketika basis topik ini lingkungan.
Gaya hidup mahasiswa bisa diangkat menjadi satu tren topik dalam jurnalistik melalui media sosial. Pengangkatan isu ini ketika diangkat dalam media akan menimbulkan problema yang dihadapi mahasiswa. Artinya permasalahan gaya hidup mereka tidak membawa satu perubahan bagi perubahan lingkungan. Dengan media memaparkan tips untuk permasalahan mahasiswa maka akan menjadi pembicaraan menarik. Mengapa ini begitu menarik? Karena pembicaraan ini menyangkut pola hidup, juga berkaitan ekonomi dan yang paling penting berkaitan dengan obyek terdekat yaitu mahasiswa itu sendiri. Keseharian mahasiswa yang beli makanan dan setiap beli makanan dengan bungkus plastik, lantas kemana bungkus plastik itu. Bagaimana aktivitas penggunaan listrik di setiap rumah kost mahasiswa. Aktivitas mahasiswa ke kampus dengan sarana yang ramah lingkungan misal sepeda atau jalan kaki menjadi sesuatu yang sederhana tetapi menjadi menarik ketika diangkat dalam media melalui penekanan dengan basis dasar penelitian ilmiah. Bagaimana kehidupan mahasiswa yang hemat air. Bisa jadi semua itu terangkum dalam aktivitas kolektif yang terintegrasi dalam gerakan baik di media maupun kenyataan.
Sekolah alam yang ramah lingkungan juga menjadi ide-ide yang bisa berkembang dalam penggalakan melalui jurnalistik. Di awali proses yang berkembang dalam proses pendidikan formal yang berjalan sekarang, hingga sekolah alam yang berkembang dan di bawa menuju sekolah alam yang ramah lingkungan. Mungkin banyak contoh ide-ide lain melalui agenda-agenda yang dilakukan masyarakat dan diangkat oleh jurnalis ke media.

Thursday, November 21, 2013

DAKWAH ADALAH AMANAH

Pasti kita ingat bagaimana Muhammad bin Abdullah diangkat sebagai Rasul untuk menyampaikan ajaran Tauhidullah. Saat Gua Hira dipilih Muhammad sebagai tempat merenung. Beliau sedang memikirkan alam semesta. Kemudian datang malaikat jibril tanpa memperkenalkan diri dan mendekap Muhammad serta menyuruhnya mengucapkan Iqra, Iqra, dan Iqra. Muhammad berulang kali menyatakan dia tidak bisa membaca, tidak bisa. Ini adalah peristiwa saat malaikat Jibril menyampaikan turunnya ayat yang pertama, yaitu 5 ayat pertama dari surat Al-Alaq. Ini menjadi peristiwa pengangkatan Muhammad menjadi Rasulullah, walaupun Muhammad tidak tahu peristiwa tadi adalah pengangkatan amanah yang berat bagi dirinya.
Bagaimana Rasulullah tahu? Rasulullah pun bergegas pulang ke rumah dan hanya minta Khadijah menyelimuti dirinya tanpa bisa bicara kejadian tadi. Beliau menggigil dan sangat ketakutan. Melihat kejadian ini Khadijah mengantarkan pada Waraqah bin Naufal, pendeta Kristen. Barulah tahu, kalo yang tadi ditemui adalah Namus, demikian pendeta tadi menyebutnya semacam sebutan untuk Ruhul Qudus. Dimulailah semangat Rasulullah menyebarkan kebenaran ini, hingga menerima turunnya ayat-ayat selanjutnya.
Karena Dakwah adalah Amanah.
Maka sampaikanlah kebenaran untuk mengajak menyembah pada-Nya

Selanjutnya kita pasti tahu Assabiqunal awwalun, 7 orang yang pertama kali masuk islam. Yang pertama, Khadijah binti Khulaid istri Rasulullah. Kedua, Ali bin Abi Thalib. Ketiga Zaid bin Haritsah, anak angkat rasulullah. Dulu seorang budak Khadijah, memilih tinggal bersama Muhammad  daripada bersama bapak dan ibunya, karena kasih sayang Rasulullah. Yang keempat, Abu Bakar seorang yang masuk islam tanpa pertimbangan atau pikir-pikir. Karena dia adalah sahabat Rasulullah yang setia. Begitu hidayah ini datang kepada Abu Bakar, beliau langsung memberikan kabar kepada jaringan bisnisnya. Ustman bin Affan, Zubair bin Awwam, yang beberapa orang diantaranya termasuk sepuluh orang dijmamin masuk surga. Abu Bakar bukan seorang nabi, tapi begitu cintanya pada dakwah ini siap berkorban hingga masa hiudpnya.
Karena Dakwah adalah Amanah.
Maka sampaikanlah kebenaran yang hakikatnya itu tugas kita semua, walau kita bukan seorang nabi.

Selanjutnya, pertemuan Abdullah bin Mas’ud, penggembala yang tubuhnya kecil dan kurus dengan Rasulullah saat melakukan perjalanan. “Bolehkan aku meminta susu kambing itu?” Pinta Rasulullah.
“Tidak bisa, ini bukan milikku” jawab Abdullah bin Mas’ud.
“Kalo begitu bolehkan aku minta dekatkan dengan kambing yang kering air susunya” Pinta Rasulullah lagi.
“Silakan, jika masih ada air susunya”Jawab Abdullah
Lalu didekatkanlah kambing yang air susunya sudah kering kepada Rasulullah. Dan beliau mengusapkan tangnnya ke perut kambing dan atas izin Allah, keluar air susu dari kambing itu. Sewaktu mau meminum Rasulullah pun membaca Bismillah. Ketika mendengar itu Abdullah bin Mas’ud merasa terheran dengan kalimat tadi. Diluar kebiasaan masyarakat yang ada, dan itu lebih indah daripada syair. Kemudian rasul menjelaskan hingga akhirnya Abdullah bin Mas’ud masuk Islam. Allahu Akbar..!! Rasulullah berpesan untuk merahasiakan keislamannya.
Apa yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud ? Beliau datang ke Kabah, karena pusat aktivitas dan keramaian masyarakat Arab. Abdullah bin Mas’ud membacakan surat Ar-Rahman. Sontak semua orang kaget, mendengar alunan  yang indah lebih dari syair yang dibuat manusia. Mereka yakin ini apa yang dibawa oleh Muhammad. Karena semakin lama kaum kafir quraisy merasa terganggu lalu dipukul beramai-ramai, hingga pingsan Abdullah. Untungnya, Abu Bakar segera membawanya dan menjauhkan dari keramaian.
Apa yang dikatakan Abdullah sewaktu siuman? “Demi Allah saya mau melakukannya lagi” tegas Abdullah Bin Mas’ud. Untuk kedua kali dia melakukan pembacaan surah ar-rahman di hadapan masyarakat Jahiliyah. Otomatis dia pingsan karena badannya yang kurus dan kecil. Kemudian dibawa dan diobati. Dan ketika siuman, dia mau melakukannya lagi. Namun, Abu Bakar melarangnya.
Karena Dakwah adalah Amanah.
Maka sampaikanlah kebenaran dengan segala keterbatasan dan kekurangan diri pribadi.

Kita lihat Abu Dzar Al-Ghifari. Sosok yang masuk islam karena ingin tahu siapa Muhammad yang santer di beritakan masyarakat Jahiliyah. Alhamdulillah, beliau bertemu dengan Rasulullah SAW. Akhirnya masuk islam, Allahu Akbar. Apa yang dilakukannya? Abu Dzar meyakini ini adalah kebenaran, maka ini adalah patut disampaikan kepada semua orang. Beliau menuju ka’bah dan  menyampaikan syahadat di hadapan masyarakat Jahiliyah. Dia bersyahadat terus berulang kali. Akhirnya, beliau dikeroyok dan dipukuli. Karena Abu Dzar berasal dari bani atau kaum yag perwakan besar jadi tidak mudah jatuh, dia tetap menyampaikan syahadat. Saat sedang ramai dikeroyok, ada orang mukmin melihat ini dan berkata “Hei dia itu dari bani Ghifar”. Akhirnya mereka berhenti memukuli, khawatir akan perselisihan besar. Karena bani Ghifar memang berperawakan besar dan disegani.
Karena Dakwah adalah Amanah.

Maka sampaikanlah kebenaran dengan segala potensi yang dimiliki..

Wednesday, November 20, 2013

Perang Badar


          Peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah adalah untuk defensive, atau pun semacam counter attack. Perang bukan sebuah final, akan tetapi bagian dari sebuah tahapan dakwah. Kalo kemudian dakwah pertama kali yang dilakukan secara rahasia dan kemudian terang-terangan. Perang Badar merupakan perang yang dilakukan di Lembah Badar. Semula rencana kedatangan bersama kafilah dagang kaum Quraisy dari Syam dibawah pimpinan Abu Sufyan. Ingin dicegat oleh Rasulullah SAW sebagai ganti kekayaan yang dirampas waktu di Makkah. Ditengah perjalanan menuju Makkah, Abu Sufyan mendengar rencana pencegatan maka dikirim Dhamdam bin Amr untuk meminta bantuan ke Makkah untuk mengatasi serangan ini. Akhirnya diperbantukan 1000 personil Quraisy datang dari Makkah. 
Sedangkan Rasulullah saat itu bersama 314 sahabat dengan 70  ekor unta. Dalam riwayat setiap ekor unta ditunggangi secara bergantian. Walaupun akhirnya mereka tidak tahu keberangkatan kaum Quraisy sebagai bala bantuan pasukan. Saat itu kafilah Abu Sufyan sudah lolos meniggalkan dan mnyusuri mata air Badar dan selamat beserta rombongan dagang menuju arah Makkah. Akhirnya Rasululah bersama sahabat mengetahui jika kafilah yang akan dicegat selamat, dan mendengar kabar keberangkatan kaum Quraisy menuju wilayah Badar. Rasulullah meminta pendapat dari sahabat untuk apakah akan maju ke Badar bersama sahabat ataukah mundur?. Dan mereka siap dengan perintah Rasul untuk maju. Kaum muhajirin sepakat dan memandang baik pendirian beliau. Kemudian bertanya pada yang lain, atau menghendaki pendapat yang lain, maka berkata Sa’ad bi Mu’adz : “Jalankan apa yang menjadi perintah Allah dan kami senantiasa taat”. Akhirnya mereka sepakat untuk berperang.
Akhirnya mereka sepakat, dari inteligen diketahui personil Quraisy sejumlah 900-1000  personil. Sebenarnya Abu Sufyan telah memberi tahu kurir ke Makkah, bahwa rombongannya selamat. Namun, Abu Jahal tetap melanjutkan perjalanan dan menuju lokasi. Abu  Jahal bertujuan memotong ternak, makan beramai-ramai, dan minum arak untuk menggentarkan Pasukan Rasulullah sebagai unjuk kekuatan.

Akhirnya Rasulullah sudah sampai di Badar, tetapi di pinggir seberang Lembah Mata Air Badar. Usul pendapat Habbab bin Mundzir : membuat kubu pertahanan di tempat sumber air, membuat aliran sumur sehingga terisi penuh dengan air dan musuh kekuarangan air. Membuat kemah, jika sewaktu-waktu Rasul terkena serangan bisa kembali ke kemah. agar tidak lemah semangat.
Peperangan dilaksanakan pada hari jum’at tahun ke 2 H. Saat awal memulai pertempuran Rasul mengambil segenggam kerikil dan dilempar ke arah Kaum Quraisy sambil berkata Syahatil Wujuhh, Hacurlah wajah-wajah mereka. Kemudian meniupkan dan menimpa mata pasukan Quraisy. Hasilnya pasukan muslim syahid 14 orang, pasukan kaum musyrikin 70 orang terbunuh dan 70 orang tertawan.
Rasulullah SAW meminta pendapat terkait tawanan kepada para sahabat, Abu Bakar membebaskannya dengan mengambil tebusan untuk memperkuat pasokan. Sedangkan, umar menyatakan dibunuh karena mereka tokoh dan gembong kekafiran. Rasulullah menerima pendapat Abu Bakar, akhirnya ditegur Allah lewat Surat Al-Anfal 67-69 : Tidak patut mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu..

Ibroh apa yang bisa dipetik..???
1.      Motif perang Rasul untuk mencegat kafilah dari Syam. Ghanimah yang besar. Tetapi dihadapkan perang yang tak diduga sebelumnya. Usaha pengambilan ganti rugi dari kekayaan yang masih tertinggal di makkah. Kendati ini boleh. Tapi Tarbiyah Ilahiyah jauh luar biasa. Perang adalah bagian tarbiyah dari Allah (Ref Al Anfal :7)
2.      Rasul meminta pendapat kafilah yang lolos dan gantinya ada pasukan bersenjata. Prinsip musyawarah
Penjelasan : pensyariatan perdamaian tidak boleh dicabut dari hukum syariat islam. Hanya bentuk pelaksanaa yang aneka ragam boleh improvisasi dengan syarat pemimpin punya keakuratan, pegang teguh agama disamping sudah disyurokan.
3.      Boleh pake inteligen, asal tidak merusak kepentingan yang besar.
4.      Pembagian tindakan. Dialog dengan Habbah bin Mundziràrasul berpikir dan berencana penempatan pasukan mengindikasikan bahwa rasul tidak semunya bersifat tasryi’. Tetapi ini upaya dari akal manusia, berpikir dan membuat perencanaan. Dan penegasan ini bukan wahyu.. sudah bisa jelas mana syariat dan upaya akal untuk memaksimalkan potensi.
5.  Pentingnya merendahkan diri di hadapan Allah, padahal beliau yakin ada pertolongan Allah. Dikisahkan bahwa setiap malam jum’at di dalam kemah, beliau berdiri sepanjang malam untuk qiyamul lail dan menengadahkan telapak tangan untuk berdoa. Hingga suatu saat sedang shalat khusyu, selendang jatuh dan beliau tidak merasa padahal kondisinya sangat dingin.
6.   Masalah tawanan perang (Al Anfal : 1-2). Ada ijtihad rasulullah, jika salah dikoreksi Al-Qur’an dalam rentang waktu tidak lama. Ijtihad didasarkan pada manusia, karena tidak dapat mengetahui apa yang tersebunyi dari ilmu Allah. Oleh karena itu penting rujukan dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Thursday, May 9, 2013

Mejadi Murobbi Sukses



Dalam setiap kondisi kehidupan yang ada telah menjadi sunnatulloh kehidupan. Perasaan gembira, sedih, kecewa, dan sebagainya termuat dalam kehidupan sehari-hari. Dibalik pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung. Terpenting ketika pilihan ini datang kita sudah siap menghadapi sebuah konsekuensi yang akan ditanggung.
Sungguh berbeda ketika konteks mubaligh dibandingkan dengan murobbi. Perbedaan ini dapat terlihat jelas dari tugas pokok yang mereka jalankan. Secara garis besar mubaligh hanya bertugas menyampaikan materi pada tingkat pemahaman dalam ceramah-ceramah. Jika murobbi tidak hanya berperan sebagai ustadz, tetapi memiliki peran yang luas. Adapun peran yang dijalankan meliputi peran seorang da’i, sahabat, dan pemimpin dalam membina obyek dakwah (mad’u). Hal ini diperlukan mengingat proses pembinaan dalam halaqoh-halqoh secara berkelanjutan. Ibarat sebuah perjalanan dalam kendaraan, maka murobbi berupaya optimal membimbing obyek dakwah mencapai tujuan. Peranan “supir kendaraan” dalam mengendalikan diimbangi dengan kondisi binaan. Jangan sampai binaan merasa tidak nyaman dalam melakukan perjalanan. Disini merupakan proses fardiyah yang harus yang berkelanjutan. Kondisi “penumpang” yang mabuk, pusing atau pun ingin turun dari kendaraan merupakan gejala penurunan. Penurunan kondisi ini segera disadari pemimpin perjalanan dan jangan sampai menjadi berlarut-larut.
Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut, maka dibutuhkan keahlian yang dapat mendukung terciptanya pemahaman nilai dan materi islam. Keahlian itu tidak terbatas pada pokok-pokok materi ajaran islam, tetapi lebih luas. Pemahaman tentang ilmu pendidikan, manajemen, psikologi, dan kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam proses pembinaan. Pendidikan terkait dengan perencanaan proses transfer ilmu yang sistematis. Hal kecil bagaimana manajemen kelompok dan dinamik pembelajaran kelompok dalam mendukung terciptanya ukhuwah dalam kelompok binaan. Serta, terkait psikologi individu sebagai jalan dakwah fardiyah.
Inilah salah satu sisi yang menjadi tantangan dalam melatih diri yang lebih baik menjadi murobbi. Karena setiap diri manusia wajib menyampaikan ajaran islam baik dalam personal maupun dalam sebuah system. Proses menjadi murobbi itulah yang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Langkah demi langkah yang menjadi media perbaikan dalam diri sebagai tekad janji kepada Allah pada tahap “menegakkan”. Walaupun, proses “menegakkan” itu diawalai dengan beberapa proses mempelajari, memahami, mengamalkan, serta menyampaikan.
“Serulah manusia ke jalan Rabb-mu dengan hikmah, mau’izhah hasanah, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl : 125)
Sangat tidak masuk dalam logika, ketika dalam proses pembinaan tidak dimulai dengan proses pemahaman diri sebagai murobbi terhadap ajaran islam dan ilmu yang men-support hal itu. Penjelasan sebelumnya mengingatkan proses “Serulah manusia” melalui pelajaran, pemahaman yang dalam memahami dien(hikmah), keteladanan yang baik, serta membantah dengan baik terhadp hal yang tidak sesuai dengan ajaran islam.